Langsung ke konten utama

ADA PERSAMAAN ANTARA HATI DAN GADGET




Oleh : Habib Diya Bin Shahab,LC.


Kawan… kupikir ada beberapa kesamaan antara hati dan gadget kita.


Gadget perlu untuk selalu kita isi ulang dayanya agar selalu berfungsi baik dan optimal. Ketika daya mulai melemah fungsinya menjadi tak optimal karena lambat, panas dll.


Jika dalam keadaan begitu tidak juga diisi daya, maka baterainya akan habis dan gadget akan mati.


Jika dibiarkan mati terlalu lama… akan perlu upaya berat untuk membuatnya hidup dan berfungsi kembali. Tak jarang ia tak lagi dapat diperbaiki.


Kawan…

Secara sederhana begitu pula hati.

Ia perlu selalu di isi dengan dzikir, nasehat, ilmu dan hikmah agar selalu optimal.


Ketika hati dibiarkan melemah ia akan lambat diajak beribadah, sulit menerima nasehat dan mudah di goda hawa nafsu dan syaitan.


Jika maksiat semakin bertumpuk tanpa taubat, boleh jadi hati akan mati.


Ketika mati terlalu lama. Butuh upaya berat untuk menghidupkannya lagi.


Sobat… akankah kau biarkan hatimu tersia-sia sedang ia adalah tempat Tuhanmu memandang di dalam diri ?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.