Langsung ke konten utama

Akhlak vs Etika



Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab,Lc.


Di dalam islam akhlak berbeda dengan etika


Etika adalah perlakuan baik yang terbatas dalam tempat dan waktu tertentu.

Seperti seorang pelayan restoran mahal yang dengan senyum terindahnya bersedia melayani dan membantu anda. Namun, saat keluar dari restoran dan tidak menjadi pelanggan, jangan anda terlalu berharap ia membalas senyuman anda. Karena yang ia lakukan adalah etikanya dalam bekerja.


Akhlak memiliki makna dan pengertian yang jauh lebih luas dan dalam.


Secara garis besar saya akan membagi Akhlak dalam 2 bagian :

1. Akhlak terhadap sang khaliq (Allah).

2. Akhlak terhadap makhluk.


Akhlak kepada allah memiliki cakupan yang luas. Diantaranya :


Semua orang dapat solat dan sedekah, namun hanya yang ber-akhlak yang menjadikan solatnya hanya untuk Allah.


Semua orang dapat menggerakkan bibirnya berdzikir. Namun hanya orang berakhlak yang bersuci sebelumnya dan mengkhusyukkan hati.


Semua orang bisa saja menampakkan kebaikan didepan umum. Namun hanya yang berakhlak yang menjaga diri dan hatinya saat sendiri.


Adapun akhlak kepada makhluk memiliki cakupan yang lebih luas lagi.

Karena makhluk mencakup manusia, hewan, tumbuhan bahkan benda mati.


Orang yang berakhlak sempurna kepada makhluk, akan bertutur kata yang baik, bahkan kepada orang yang mencacinya, akan jujur dalam setiap muamalahnya, akan menyingkirkan kerikil dari jalan, akan menyembelih ternaknya dengan pisau yang tajam, akan menanam benih pohon yang boleh jadi tidak akan dinikmati olehnya, namun oleh generasi setelahnya


dan akan melakukan segala hal yang terpuji lainnya


Pantas saja kalau Rasulullahﷺ bersabda :


ان اقربكم مني مجلسا يوم القيامة احاسنكم اخلاقا


Sesungguhnya yang paling dekat tempat duduknya denganku nanti pada hari kiamat adalah yang akhlaknya paling baik diantara kalian (wahai orang beriman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.