Langsung ke konten utama

Batasan toleransi dalam Islam



(Oleh : Habib Diya Bin Shahab,LC)


Agama Islam mengajarkan untuk memebar kebaikan kepada seluruh makhluk.


Karenanya Agama Islam menerapkan nilai nilai toleransi dalam menyikapi setiap perbedaan termasuk menyikapi perbedaan agama. 


Namun segala sesuatu harus memiliki batasannya. Dan batasan toleransi antar pemeluk agama dalam islam telah Allah jelaskan dalam Al-quran.


Umat islam diizinkan oleh Allah untuk bertoleransi dengan pemeluk agama lain dalam hal sosial. Namun, ketika berkaitan dengan ritual keagamaan maka sudah tidak ditolerir bagi umat islam untuk menyertainya. 


Dalam aspek sosial Allah berfirman didalam Al-quran :


لَّا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan adil (kepada orang orang kafir) selama mereka tidak memerangi kalian dan mengusir kalian dari rumah rumah kalian. Seaungguhnya allah menyukai orang orang yang adil. 


Namun ketika berkenaan dengan ritual keagamaan. diriwayatkan ketika orang orang kafir Quraisy menawarkan kepada Nabi Muhammad saw. Untuk ikut sujud kepada berhala pada waktu ibadah mereka dan sebaliknya jika umat islam beribadah maka orang orang kafir Quraisy pun akan ikut serta. Allah turunkan firmanya :


(1) قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ (2) لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ (3) وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ (4) وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ (5) وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ (6) لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ


1). Katakanlah(wahai Muhammad): Hai orang-orang kafir

2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah

3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah

4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah

5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah

6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku


Artinya kita boleh saja berbuat baik, berkata lembut atau memberi hadiah kepada orang non muslim dan ini bentuk toleransi yang diizinkan oleh islam. 

Namun ketika berkaitan dengan ritual keagamaan maka kita dilarang untuk ikut serta. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.