Cinta kasih dan ukhuwah Islamiyah
Oleh : Muhammad Diya’ Bin Shahab,Lc.
( @diyashahab)
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai cinta dan kasih sayang. Bagaimana tidak? sedangkan Allah SWT memulai Al-Qur'an yang merupakan panutan dan pedoman seluruh muslimin dengan nilai-nilai rahmat dan kasih sayang.
Allah SWT berfirman :
بسم الله الرحمن الرحيم
"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Iagi Maha Penyayang"
Kalimat ini yang setidaknya wajib dibaca oleh seorang muslim sebanyak 17 kali dalam sehari.
Maka jika seorang yang mengaku sebagai muslim namun tidak memiliki rasa kasih sayang didalam hati dan perbuatannya, berarti ia telah menghianati ucapanya sendiri paling tidak 17 kali dalam sehari.
Nabi Muhammad SAW yang merupakan pembawa agama Islam dan penyampai risalah Allah untuk ummat manusia, Beliau mensifati dirinya dengan :
إِنَّمَا أَنَا رَحْمَةٌ مُهْدَاة
"Sesungguhnya aku ini adalah rahmat (kasih sayang) yang Allah hadiahkan untuk kalian"
Maka alangkah beruntungnya kita menyambut hadiah dari Allah SWT yang amat mulia ini.
Dan ketika Allah SWT mensifati nabinya Allah SWT berfirman dalam surah AlAnbiya ayat 107:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
"Dan tidaklah kami utus engkau (hai Muhammad) kecuali sebagai rahmat untuk seluruh alam semesta"
Dapat kita simpulkan bahwa konsep cinta dan kasih sayang merupakan salah satu pondasi paling dasar dari agama Islam dan bahkan dapat kita katakan bahwa Islam mengajarkan pemeluknya tentang cinta dan kasih sayang sebelum mengajarkan tentang yang lain.
Ada sebuah hadist dari Rasulullah SAW, yang mana hadist ini memiliki latoif atau kelebihan. Kelebihan hadist ini disebut oleh para ahli hadist sebagai Al Musalsal bil Awwaliyah.
Yakni, hadist ini merupakan hadist pertama yang di dengar dan dihafal oleh para periwayatnya sebelum mereka mulai menghafal ribuan hadist lain.
Taukah kita pesan apa yang dibawa dalam hadist ini ? itu adalah pesan cinta dan kasih sayang.
Rasulullah SAW bersabda:
الــرَّاحِــمُــونَ يَــرْحَــمُــهُــمُ الــرَّحْــمــن ، ارْحَــمُــوا مَــنْ فــي الأرَْضِ يَــرْحَــمُــكُــمْ مَــنْ فــي الــسَّــمَــاء
"Orang yang memiliki sifat rahmat di hati dan tindakannya akan dirahmati oleh Allah ArRahman tabaroka wa taala. Cintailah semua yang ada dibumi niscaya akan mencintai kalian semua yang ada dilangit.
Sahabat… hadist ini merupakan hadist pertama yang didengar dan dihafal oleh para perawinya. Dan pesannya adalah agar kita sebagai muslim mencintai seluruh yang ada dibumi. Bukan hanya muslimnya, bukan hanya manusianya, bukan hanya tumbuhanya, bukan hanya makhluk hidupnya, tapi seluruh yang ada dibumi. lnilah pesan cinta yang dibawa oleh agama Islam.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengerucutkan tema yang luas ini pada satu sisi yaitu cinta kepada saudara seiman.
Islam sangat memperhatikan hubungan seorang muslim dengan muslim yang lain. hanya dengan mengucap 2 kalimat syahadat maka otomatis seseorang memiliki hubungan yang sangat erat dengan muslim Iainnya diseluruh dunia. Bahkan hubungan ini diungkapkan oleh Iisan termulia Iisan Nabi Muhammad SAW sebagai hubungan persaudaraan / ukhuwah.
Dimanapun negaranya, bagaimanapun masalalunya, apapun warna kulitnya, jika ia bersyahadat dan shalat menghadap Ka’bah. maka ia adalah saudara seiman kita.
Beliau SAW bersabda :
Dari sahabat Anas bin Maluk bahwa Rasulullah SAW bersabda :
" tidak sempurna keimanan kalian sampai kalian menghendaki kepada saudara seiman kalian apa yang kalian kehendaki untuk diri kalian sendiri"
Ada banyak makna terkandung didalam hadist ini. Diantaranya :
-. Nabi mengungkapkan hubungan sesama muslim sebagai hubungan persaudaraan.
-. Syariat islam dan segala sendinya bertujuan untuk menciptakan sebuah lingkungan yang dekat dengan Allah, damai dan aman. Dengan tujuan mencapai kebaikan dunia dan akhirat. Dan untuk mencapai tujuan tersebut islam memerintahkan kepada seluruh pemeluknya untuk saling mencintai. Bahkan, seperti mereka mencintai diri mereka sendiri. Dengan inilah dapat tercipta masyarakat muslim yang kokoh dan kuat.
-. Dalam ungkapan nabi SAW "sampai kalian menghendaki kepada saudara seiman kalian apa yang kalian kehendaki untuk diri kalian sendiri" terdapat etika dan akhlak yang sangat luhur yaitu "perlakukan orang Iain sebagaimana kalian ingin diperlakukan".
Termasuk didalamnya :
Jangan kalian caci saudara seiman jika kalian tidak ingin dicaci.
Jangan mudah kalian klaim orang lain dengan sesat jika kalian tidak suka dikata sesat.
Jangan kalian gunjing seorang muslim. jika kalian enggan digunjing.
Bersabarlah dengan gangguan orang lain jika kalian ingin orang lain bersabar.
Maafkanlah orang yang berbuat salah kepadamu jika kaian ingin dimaafkan.
Nasehati saudaramu dengan cara terbaik.
Bantulah orang lain yang kesulitan.
Jangan tutup mata atas penderitaan anak-anak yatim dan janda-janda.
Dan ratusan lagi nilai-nilai moral lainya. Segala nilai-nilai yang anda inginkan maka lakukanlah itu kepada saudara seiman anda. itulah salah satu bentuk cinta dan kasih sayang dalam islam.
Contoh nyata dari hal tersebut adalah bagaimana Nabi Muhammad SAW mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Ansor, sampai mereka berbagi dalam segala haI, baik suka maupun duka.
Diriwayatkan suatu saat terjadi pertikaian antara para sahabat Muhajirin dan Ansor. Dan benih perpecahan yang mengancam ukhuwah mulai terlihat. Saat itu Beliau SAW sangat marah dan mengecam hal tersebut sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim :
عن جابر قال : اقتتل غلامان غلام من المهاجرين وغلام من الأنصار. فنادى المهاجر أو المهاجرون يا للمهاجرين ونادى الأنصاري يا للأنصار.
فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال ما هذا دعوى أهل الجاهلية؟
قالوا لا يا رسول الله إلا أن غلامين اقتتلا فكسع أحدهما الآخر
قال فلا بأس ولينصر الرجل أخاه ظالما أو مظلوما إن كان ظالما فلينهه فإنه له نصر وإن كان مظلوما فلينصره
Dari Sayyidina Jabir beliau berkata "terjadi pertikaian antara seorang pemuda dari pemuda muhajirin dan pemuda ansor. Lalu pemuda muhajirin memanggil kawan-kawanya
" wahai orang-orang muhajirin (tolong saya)"
Tak mau kalah pemuda ansor memanggil kawan kawanya" wahai orang-orang ansor (tolong saya)"
Mendengar teriakan yang berpotensi memecah belah ukhuwah Rasulullah SAW keluar dan
berkata "apa apaan ini? Kalian berteriak (memecah ukhuwah) seperti orang-orang jahiliah?"
Para sahabat menjawab "yaa Rasulullah, ada dua orang pemuda bertengkar dan salah satunya memukul yang Iain"
Nabi SAW bersabda "tidak apa-apa (jangan bertikai). Masing masing dari kalian toIonglah saudara kalian baik yang dzolim ataupun yang didzolimi. Adapun yang dzolim, tolonglah ia dengan menasehatinya. Dan yang di dzolimi, tolonglah ia dengan mengeluarkannya dari kedzoliman"
Sahabat yang dirahmati Allah. yang ingin saya sampaikan adalah, sejak zaman dahulu sifat mencintai dan mengasihi merupakan ciri yang melekat pada kaum muslimin. Dan hal itu adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari islam.
Sebagai penutup tulisan singkat ini, saya ingin sampaikan satu hadist yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairoh bahwa Rasulullah SAW bersabda :
"Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman dengan sempurna sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan suatu amal yang jika kalian kerjakan, kalian akan mencintai satu sama lain ? Budayakan ucapan salam diatara kalian"
Semoga kita dapat menghidupkan kembali sunnah yang Beliau SAW ajarkan dan mulai menebar cinta di lingkungan, dimulai dari lingkup terkecil kita semua.

Komentar
Posting Komentar