Langsung ke konten utama

DOSA SEBESAR BUTIRAN DEBU



Pada hari itu, semua orang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Oleh : Sayid Diya Bin Shahab,Lc.


Dalam Agama Islam, kita wajib mengimani tentang hari akhir atau hari pembalasan. Dimana segala perbuatan kita sampai yang terkecil akan diperhitungkan. Jika baik, maka diganjar baik dan jika buruk, akan diganjar buruk.


Dalam Alquran Allah ﷻ berfirman :

‎فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره... الاية

Bahwa semua akan melihat balasan dari perbuatan walaupun hanya sebesar butiran debu.

Sebagian penafsir moderen mengartikan dengan sebiji atom.


Menarik... Sebutir debu atau bahkan atom.


Dosa apa yang sebutir debu?


Debu atau atom bertebaran disekitar kita, tapi kita tak merasakan keberadaanya karna ia terlalu kecil.


Boleh jadi, yang dimaksud dalam ayat tersebut juga hal negatif yang kita anggap sepele dan selalu kita kerjakan sampai kita tak merasakan lagi kesalahan ketika mengerjakannya.


Bermuka masam dan culas kepada orang dekat kita.

Bentakan kasar kepada anak - anak yang bertingkah tidak menyenangkan.

Nada suara tinggi dihadapan orang tua.

Pura pura tak mendengarkan bicaranya.

Atau bahkan membuang sampah plastik permen ke laut.

Apapun hal-hal kecil  negatif akan diperhitungkan nanti.


Begitupun sebaliknya, hal-hal positif yang tak terasa karena selalu kita kerjakan pun akan dinilai pahala disisi Allah.

Senyuman kepada si tukang parkir.

Kalimat tolong dan terimakasih kepada si pelayan restoran.

Atau bahkan niat menciptakan bumi yang lebih baik dengan mengurangi sampah plastik.


Semua hal positif itu akan kita lihat ganjarannya disisi Allah.


Kawan... Ini ajakan untuk diri saya sendiri dan sahabat tercinta


Ayo kita mulai merubah hal-hal kecil pada diri dan sekitaran kita kepada yang lebih baik.


Karena sikap manusia adalah cerminan dari apa yang kita lakukan, dan Akhirat adalah hari keadilan dan perhitungan.


semoga Allah takdirkan kita menjaga segala kebaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.