Langsung ke konten utama

Ingin dusta?pikirkan dulu 10 alasan.





Ingin dusta ? Pikirkanlah dulu.

Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab,Lc.




Boleh jadi dalam setiap keadaan yang ingin kita sampaikan, kita berada dalam 2 pilihan

Pertama : apakah kita akan jujur dengan apa yang kita sampaikan ?
Kedua : apakah kita akan dusta ?

Boleh jadi dalam setiap pilihan itu ada keuntungan dan kerugian, biasanya dusta lebih menguntungkan di dunia namun pastinya merugikan di akhirat (karna Allah melarangnya).. Sebaliknya, terkadang jujur membuat kita rugi didunia namun setidaknya tidak mencelakakan kita di akhirat.

Namun, bagi seorang hamba yang sadar bahwa ia diciptakan oleh Allah dan sadar bahwa dunia hanya perjalanan sementara menuju akhirat yang kekal, akan menjadikan ridho Allah sebagai timbangan dalam setiap kata dan tindakanya.

Buya Hamka pernah berpesan kepada putranya Irfan :
Nak, jika kau berdusta 1 kali maka kau harus siapkan 10 dusta lain untuk menutupi 1 dustamu. Dan kau harus siapkan 100 dusta lagi untuk menutup 10 dustamu.

Pantas saja jika islam begitu mengancam orang yang berkata dusta.

Rasulullahﷺ bersabda :

وإن الكذب يهدي إلى الفجور، وإن الفجور يهدي إلى النار، وإن الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا

Sesungguhnya dusta akan menjurus kepada kedurhakaan. Dan orang durhaka akan terjerumus ke neraka. 
Seseorang akan senantiasa berdusta sampai ia dicap oleh Allah sebagai pendusta.

Semoga Allah beri kita kemampuan menjaga lisan dan tubuh kita dari hal tercela.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.