Ingin dusta ? Pikirkanlah dulu.
Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab,Lc.
Boleh jadi dalam setiap keadaan yang ingin kita sampaikan, kita berada dalam 2 pilihan
Pertama : apakah kita akan jujur dengan apa yang kita sampaikan ?
Kedua : apakah kita akan dusta ?
Boleh jadi dalam setiap pilihan itu ada keuntungan dan kerugian, biasanya dusta lebih menguntungkan di dunia namun pastinya merugikan di akhirat (karna Allah melarangnya).. Sebaliknya, terkadang jujur membuat kita rugi didunia namun setidaknya tidak mencelakakan kita di akhirat.
Namun, bagi seorang hamba yang sadar bahwa ia diciptakan oleh Allah dan sadar bahwa dunia hanya perjalanan sementara menuju akhirat yang kekal, akan menjadikan ridho Allah sebagai timbangan dalam setiap kata dan tindakanya.
Buya Hamka pernah berpesan kepada putranya Irfan :
Nak, jika kau berdusta 1 kali maka kau harus siapkan 10 dusta lain untuk menutupi 1 dustamu. Dan kau harus siapkan 100 dusta lagi untuk menutup 10 dustamu.
Pantas saja jika islam begitu mengancam orang yang berkata dusta.
Rasulullahﷺ bersabda :
وإن الكذب يهدي إلى الفجور، وإن الفجور يهدي إلى النار، وإن الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا
Sesungguhnya dusta akan menjurus kepada kedurhakaan. Dan orang durhaka akan terjerumus ke neraka.
Seseorang akan senantiasa berdusta sampai ia dicap oleh Allah sebagai pendusta.
Semoga Allah beri kita kemampuan menjaga lisan dan tubuh kita dari hal tercela.

Komentar
Posting Komentar