Langsung ke konten utama

JIKA TAK MAMPU MENANGGUNG KONSEKWENSINYA MAKA JANGAN DILAKUKAN

Pikirkan dulu. Jika tak mampu maka jangan melangkah.




Oleh : Sayyid Muhammad Diya Bin Shahab,Lc.


Kawan, jika kau tau bahwa kau tak mampu, maka jangan kau lakukan. Namun jika kau lakukan sesuatu, berusahalah yang terbaik semampumu.


Dalam hidup, segala langkah yang kita pilih dan segala pilihan yang kita ambil, selalu memiliki konsekuensi masing-masing.


Maka pikirkan matang-matang sebelum melangkah. Apakah kita mampu menanggung konsekuensi tersebut atau tidak ? Jika kita telah melangkah, maka mau tak mau kita harus memberi upaya terbaik untuk menjalaninya.


Seorang yang ingin penghasilan dan bekerja di sebuah toko. Ketika masuk pada pekerjaan, konsekuensi ia berada dibawah perintah seseorang dan harus mengorbankan sebagian waktu dan kebebasan untuk bekerja dengan baik. Tak pantas jika ia telah masuk dalam jam kerja, lalu malah menggunakan waktu bermain game dan malah marah ketika di tegur. Itu pilihannya dan itu konsekuensinya.


Seseorang yang ingin belajar agama dan memilih masuk pesantren. Konsekuensinya ia harus ikut aturan ketat dan terbatas kebebasannya.

Tak pantas ketika menjadi santri, ia malah keluar pesantren tanpa izin dan melanggar aturan pondok pesantren. Itu pilihannya dan itu konsekuensinya.


Seseorang yang ingin berguru di majelis demi mencari ilmu dan ketenangan rohani. 

Konsekuensinya ia harus berakhlak dengan baik demi menjaga nama majelisnya dan harus menghormati gurunya. Tak pantas seorang yang bermajlis melakukan hal-hal yang mencoreng nama baik majelisnya dan tak pantas jika dia tak menghormati gurunya. Itu pilihannya dan itu konsekuensinya.


Pasangan yang akan menikah demi menjaga diri dan membina rumah tangga. Konsekuensinya setiap dari suami dan istri, memiliki hak dan kewajiban dari dan kepada pasangannya. Suami wajib di layani dan diberi perlakuan terbaik oleh istrinya, dan wajib bagi suami melindungi, menyayangi,dan mencari nafkah bagi keluarga. Begitupun istri wajib dilindungi, diberi nafkah, di ajari, di perhatikan dan disayang oleh suami sebagai mana wajib atas istri melayani, nurut dan memperlakukan suami dengan akhlak terbaik. Ini konsekuensi yang harus diterima dan di jalani. Tak pantas bagi pasangan yang telah menikah untuk tak menghormati pasangannya, berkata culas, bermuka masam dan tak menjalankan kewajibannya.

Itu pilihannya dan itu konsekuensinya.


Seorang yang ingin mendapat keutamaan berdakwah dan terjun dalam dakwah. Konsekuensinya ia harus belajar ilmu agama dengan baik, tau dan menguasai apa yang ia sampaikan dan menjawab pertanyaan masyarakat berdasarkan ilmu. Tak pantas seorang yang terjun dalam dakwah tanpa berbekal ilmu agama dan berbicara berdasar karangan akalnya bukan pendapat para ulama. Itu pilihannya dan itu konsekuensinya.


Kawan… 

Seringkali kewajiban yang tak dipenuhi malah akan memberatkan seseorang, bahkan sampai ke akhirat kelak.


Sebuah hadits dari Imam Thabrani bahwa Rasulullah bersabda:


إن الله يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه


Allah akan mencintai kalian jika kalian totalitas (melaksanakan segala kewajiban) ketika mengerjakan sebuah pekerjaan.


Semoga kita dapat melaksanakan segalanya dengan proposional dan memenuhi segala kewajiban.

Komentar

  1. Masya Allah saya terharu membaca hadist nya Habib..
    Alhamdulillah.. Syukran nasehatnya Habib.. 🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.