Langsung ke konten utama

Meyakinkan. Tapi sesat !!!



Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab, Lc. 


Hari ini kita dapati banyak orang yang mengemukakan suatu asumsi (yang tidak tepat) lalu dengan meyakinkan disampaikan seperti kebenaran dan dibangun sebuah pemahaman diatasnya. Jadilah para pendengar terpukau dengan permainan kata dan logika terbalik.


Ada waria yang berbicara tentang ilmu hakikat seakan apa yang dilakukan adalah kebenaran. padahal, dalam kesehariannya (postingan media sosialnya) saja ia mengumbar dan berbangga dengan kemaksiatan dan hal hal yang dilarang bahkan dilaknat oleh Allah dan Rosulnya.


Ada seorang yang mengaku nasionalis sejati. namun dengan narasinya seakan berusaha memisahkan antara cinta tanah air dan cinta agama islam. Lebih dari itu menggiring pemahaman bahwa nabi Muhammad SAW tidak berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Padahal, Indonesia merdeka bukan hanya sebab perjuangan 1 orang di abad ke 20. namun perjuangan ratusan tahun yang mengorbankan darah bahkan ribuan jiwa dari para syuhada muslim yang berperang membela tanah air atas nama jihad fi sabilillah. dan konsep jihad pertama kali diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW.


Ada seorang aktivis ormas Islam yang mengaku nasionalis sejati berbicara soal syariat cadar. Bahwa cadar adalah ajaran Yahudi dan bukan ajaran Islam.

Padahal sebelum kedatangan Nabi Muhammad wanita-wanita jahiliyah adalah orang yang mengumbar aurat dan tidak ada yang mendatangkan penutup wajah dan hijab kecuali Islam dan Nabi Muhammad.



Kawan. Kita berada pada zaman fitnah dimana kebatilan sering dibungkus dengan sangat rapih sehingga terlihat benar.


Kawan. Kenali kebenaran dan kau akan kenal siapa yang benar. 


Kawan. Dan kebenaran selalu ada pada para ulama istiqomah yang ilmunya diamalkan dan amalnya berdasarkan ilmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.