Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab, Lc.
Hari ini kita dapati banyak orang yang mengemukakan suatu asumsi (yang tidak tepat) lalu dengan meyakinkan disampaikan seperti kebenaran dan dibangun sebuah pemahaman diatasnya. Jadilah para pendengar terpukau dengan permainan kata dan logika terbalik.
Ada waria yang berbicara tentang ilmu hakikat seakan apa yang dilakukan adalah kebenaran. padahal, dalam kesehariannya (postingan media sosialnya) saja ia mengumbar dan berbangga dengan kemaksiatan dan hal hal yang dilarang bahkan dilaknat oleh Allah dan Rosulnya.
Ada seorang yang mengaku nasionalis sejati. namun dengan narasinya seakan berusaha memisahkan antara cinta tanah air dan cinta agama islam. Lebih dari itu menggiring pemahaman bahwa nabi Muhammad SAW tidak berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Padahal, Indonesia merdeka bukan hanya sebab perjuangan 1 orang di abad ke 20. namun perjuangan ratusan tahun yang mengorbankan darah bahkan ribuan jiwa dari para syuhada muslim yang berperang membela tanah air atas nama jihad fi sabilillah. dan konsep jihad pertama kali diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW.
Ada seorang aktivis ormas Islam yang mengaku nasionalis sejati berbicara soal syariat cadar. Bahwa cadar adalah ajaran Yahudi dan bukan ajaran Islam.
Padahal sebelum kedatangan Nabi Muhammad wanita-wanita jahiliyah adalah orang yang mengumbar aurat dan tidak ada yang mendatangkan penutup wajah dan hijab kecuali Islam dan Nabi Muhammad.
Kawan. Kita berada pada zaman fitnah dimana kebatilan sering dibungkus dengan sangat rapih sehingga terlihat benar.
Kawan. Kenali kebenaran dan kau akan kenal siapa yang benar.
Kawan. Dan kebenaran selalu ada pada para ulama istiqomah yang ilmunya diamalkan dan amalnya berdasarkan ilmu.

Komentar
Posting Komentar