Langsung ke konten utama

Islam Bersih

 


Oleh : Sayyid Muhamad Diya Bin Shahab,Lc.



Islam merupakan agama yang mengatur segala praktek dan cara hidup pemeluknya. Mulai dari ritual ibadah, etika terhadap sesama sampai kebersihan diri.


Allah memerintahkan kebersihan diri dan pakaian dalam banyak firman-nya.


Dalam surat Al-Mudatsir ayat 4 Allah berfirman:

و ثيابك فطهر
 Dan pakaianmu bersihkanlah,


Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

و الله يحب المطّهّرين
Allah mencintai hamba hambanya yang selalu berusaha mensucikan diri


Imam Asyafi'i berkata :


من نظف ثوبه قل همه ومن طاب ريحه زاد عقله


“Barang siapa yang bersih pakaiannya maka akan sedikit kegundahannya dan barang siapa yang harum aromanya maka akan bertambah kecerdasannya (daya pahamnya).


Umat islam telah diajarkan hal hal kebersihan diri (istinja, mandi & siwak) oleh Rosulullah sejak abad ke 6.

Disisi lain, Eropa baru mengenal sabun mandi dan sikat gigi pada abad 11 pasca perang salib. 


Maka agak miris sebenarnya jika hari ini kita melihat ajaran kebersihan lebih diterapkan bukan oleh umat Islam dan bukan di negara islam.


Karenanya ada yang mengatakan "aku melihat islam di barat (penerapan nilai nilainya) namun aku tak melihat muslim disana. Dan aku melihat muslim di timur namun aku jarang melihat islam (penerapan nilai nilainya). 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.