Langsung ke konten utama

Syariat itu dzohir dan hakikat itu batin

 


Syariat itu dzohir dan hakikat itu batin. 

Oleh : Sayyid Muhammad Diya Bin Shahab, Lc




Bicaralah sesuatu yang dapat dinilai kebenarannya atau kesalahanya melalui refrensi yang diakui.

Karena jika tak begitu anda tak berhak menyalahkan orang yang tak mempercayai ucapan anda.

Seseorang berbicara bahwa ia melihat sosok hantu berpakaian putih berlumur darah disebuah pojok ruangan. Ketika pendengar meminta bukti (entah bayangan, aroma atau hal hal tak wajar) si paranormal tak mampu membuktikanya. Jangan salahkan para pendengar tak percaya.

Begitupun soal agama islam. Refrensi terbesar adalah Aquran dan Hadits juga pendapat para ulama yang memiliki integritas dalam bidangnya. 

Ketika seseorang berbicara soalan hakikat atau makrifat dalam agama namun tak mampu menunjukkan pada refrensi mana hal itu dijelaskan maka ia tak boleh menganggap bodoh orang yang tak mempercayainya.

Disisi lain seorang menggembar gemborkan aliran sufisme sambil duduk berkeliling mendendangkan pujian pujian kepada nabi dan orang soleh. Namun salah satu pemain alat musiknya adalah wanita yang membuka aurat. Bahkan wanita lain menari nari dihadapan para lelaki. 

Syariat itu dzohir. Hakikat itu batin. 
Kita hanya dapat menjadikan yang dzohir sebagai barometer dan Allah maha berkuasa atas segalanya.

Kawan... Pandai pandailah memilih dalam zaman penuh fitnah ini. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.