Langsung ke konten utama

Sebaikbaiknya manusia

 


SEBAIK-BAIKNYA MANUSIA

Oleh : Sayyid Muhammad Diya Bin Shahab, Lc. 




Sebaik baiknya orang adalah yang memberi manfaat terluas bagi orang lain. Begitulah kita diajarkan dalam agama. 

Manusia mati meninggalkan kenangan. Terkadang ia baik dan terkadang buruk.

Ada orang yang ketika meninggal, orang lain langsung merasakan kehilangan. Itu baik. karna menunjukkan orang lain merasakan manfaat darinya.

Ada orang yang ketika ia tiada, lewat beberapa waktu barulah disadari ketiadaannya. Itu berarti ia tak banyak bermanfaat bagi orang lain namun paling tidak, itu juga menunjukkan ia tak juga memberi keburukan pada orang lain. 

Ada juga orang yang saat ia tiada orang lain malah senang dan bersyukur atas ketiadaanya. Ini yang buruk dan berbahaya. Karna ia akan meninggalkan kenangan buruk didunia dan menuju tempat buruk di akhirat.

Kawan... Selama hidup marilah kita berusaha bermanfaat untuk orang lain sebisa mungkin. Baik dengan bantuan materi, atau pandangan yang membangun atau setidaknya wajah penuh senyum yang menyenangkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.