Langsung ke konten utama

Bodoh itu wajar... Asal jangan dibanggakan

 


Belajar sebelum beramal

Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab, Lc. 



Allah menciptakan makhluk untuk menyembahNya. Dan kewajiban kita adalah beribadah. Dalam ibadah ada 2 hal penting yang harus diperhatikan yaitu : Niat dan cara.


Niat kita dalam ibadah haruslah ikhlas karena dan untuk Allah semata. Atau boleh juga mengharapkan karunia dan ganjaranNya.


Cara kita beribadah juga harus mengikuti tuntunan yang Allah tentukan, Rasulullahﷺ gariskan dan para ulama ajarkan. Maka dari itu kita wajib menuntut ilmu agama.


Ibadah yang salah niatnya maka tak akan berganjar pahala bahkan boleh jadi malah menuai siksa. Ibadah yang salah caranya / tanpa ilmu hanya akan sia-sia bahkan dapat menuai dosa.


Belajarlah, dan amalkanlah. Jangan sampai kita menjadi orang yang amalnya tanpa berdasarkan ilmu. Terlebih lagi orang yang merasa paling benar padahal dia bodoh. Jahil murokkab yang kebodohanya merangkap. Sudahlah ia tak tau, ditambah ia tak tau bahwa ia bodoh.


Ketika belajar, jangan pula menjadi orang yang berfikiran tertutup yang menganggap seluruh kebenaran hanya apa yang ia tau, dan diluar itu pasti salah dan sesat.


Sebuah contoh. Ada seseorang yang merasa dirinya terkenal dan MERASA dirinya orang yang mendalami kecintaan kepada Tuhan karena melantunkan lagu-lagu sufi. ingin menikahi seorang Syarifah, padahal dirinya bukan Sayyid. Ketika diberi penjelasan terlarangnya hal tersebut, ia malah berdalih bahwa itu adalah bentuk cintanya kepada Nabi.

Kawan ketahuilah, orang ini sombong, bodoh dan tak sadar bahwa ia bodoh.


Maka…  belajarlah agar kau tak terjerumus dalam kesalahan dan malah bangga melakukanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.