Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Mengumpat, diam atau bersyukur

  Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab, Lc.  Suatu hari saya dihadapkan dengan keadaan yang sangat menjengkelkan. B agaimana tidak? Saya sedang dalam percakapan penting (via chat) lalu batrai ponsel saya kritis 1%. S aat ingin mengambil charger ternyata kepalanya tak ada ditempat biasanya, saya terburu buru mencari kepala charger tersebut. Setelah ketemu saya berusaha memasangkanya ke hp dan tiba tiba tangan saya menyenggol segelas kopi. Tumpahlah kopi ke lantai. Ponselpun mati. Kawan… Dalam keadaan itu saya berhadapan dengan 3 pilihan cara merespon.  Pertama : Saya akan mengumpat habis habisan dan mengeluhkan keadaan. Saya akan menyalahkan semua orang mulai dari yang memindahkan kepala charger sampai perancang model gelas yg mudah jatuh.  Kedua : saya akan diam seribu bahasa dan menahan emosi sambil membereskan semua kekacauan sampai selesai.  Ketiga : saya akan diam sejenak merenungkan, betapapun repot yang saya rasakan toh itu berarti saya punya ponsel, saya punya s...

SURGAKU DISINI

  Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab, Lc.  Rumahku adalah surgaku Surga itu tenang, nyaman, menyenangkan dan dirindukan. Membangun suasana surgawi adalah kerjasama antar suami dan istri. Untuk suami, tatalah pikiran dan hati saat dirumah. Untuk istri, engkaulah yang paling berperan dalam pembangunan suasana dirumah. Maka tampilkan yang terbaik (kata, penampilan, kelembutan, perangai) dihadapan suamimu. Lalu hidupkan nuansa keagamaan dalam kehidupan sehari hari. Maka suasana surgawi tak jauh lagi. Kawan. Jika rumah telah menjadi surga, maka ia adalah tempat terbaik untuk kembali. Dan pulang, adalah hal terindah yang dinanti.