Langsung ke konten utama

Dekat Itu Adalah Hijab

Alqurbu Hijab / kedekatan itu bisa menjadi hijab seseorang.


(Muhammad Diya Shahab,Lc)



Dalam kehidupan ada satu kebiasaan di mana posisi yang lebih dekat itu menjadikan seseorang mencapai lebih mudah dan mendapatkan lebih banyak. sebaliknya, posisi yang jauh menjadikan seseorang menggapai lebih sulit. kalaupun ia  dapat pastilah sedikit.


namun di dalam hubungan murid dan guru (spiritual) Hukum yang berlaku tidak selalu begitu. bahkan seringkali berlaku hukum kebalikan di mana orang yang lebih dekat mendapatkan lebih sedikit dan orang yang lebih jauh mendapatkan lebih banyak. inilah yang sering disebutkan oleh para ulama sebagai Alqurbu Hijab. kedekatan seringkali menjadi Tabir penghalang murid dengan gurunya



Ada empat macam murid tentang kedekatan kepada guru


Pertama murid yang jauh fisik jauh hati

kedua murid yang jauh fisik dekat hati

ketiga murid yang dekat fisik dekat hati

keempat murid yang dekat fisik jauh hati


Jauh fisik dan jauh hati adalah mereka yang jarang bertemu gurunya dan tidak juga menghormatinya di kejauhan. tidak menjaga nama baik gurunya tidak juga mengindahkan nasehatnya


Jauh fisik dan dekat hati adalah murid yang tidak berkesempatan selalu membersamai gurunya namun di kejauhan ia tetap menghormati, beradab,berkhidmah dan mencintai gurunya


Dekat fisik dan dekat hati adalah mereka yang diberkati dengan kedekatan dengan guru dan mereka mampu menjaga adab kepada gurunya, dekat tak merubah pandangan hormat mereka kepada sang guru


Dekat fisik dan jauh hati adalah mereka yang selalu membersamai gurunya namun kedekatan menjadikan mereka tak menjaga adab dan memBIASAkan gurunya. menyahut dengan tanpa adab. melonjorkan kaki ke hadapan guru dll. kasihan sekali mereka karena kedekatan malah menjadi hijab yang menghalangi mereka dari keberkahan sang guru


kawan… berguru memang sulit dan menjaga adab saat dekat akan lebih sulit


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya.