Langsung ke konten utama

Postingan

Si Paling Kritikus

  SI PALING KRITIKUS (Muhammad Diya Shahab, Lc)  Kawan... Setiap insan sedang menapaki jalannya masing-masing, memanggul cerita, luka, dan kemenangan kecil yang tak selalu tampak di permukaan. Betapa sempitnya jiwa bila kita tergesa menilai seseorang hanya dari sekelebat perjumpaan atau riuh kabar yang singgah di telinga—padahal bisa jadi, di balik diamnya, ia tengah menaklukkan gunung yang tak pernah kita daki.
Postingan terbaru

Take & Give

  TAKE AND GIVE SI BAJINGAN TENGIK Muhammad Diya Shahab, Lc Kawan... ‎Dunia berjalan dengan hukum dasar "memberi dan menerima" ‎Orang memberi sebuah kebaikan padamu maka dia harus menerima hal baik juga darimu ‎ ‎Bukankah pererbuatan baik orang itu menuntut disyukuri dan di terimakasih ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu membalas dengan kebaikan = kamu bijak ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu berterimakasih = kamu manusia normal ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu tidak berterimakasih = kamu bajingan ‎Orang berkorban untukmu 👉 kamu mengeluhkan pengorbanannya = kamu bajingan tengik yang tak tau bersyukur

Pilihan Kedewasaan

  PILIHAN KEDEWASAAN (Sayyid Diya Shahab, Lc)  ‎Kawan. . .  ‎Dalam hidup kau akan sering kali dihadapkan pada dua pilihan. Setiap pilihan pilihan kecil dalam keseharian hidupmu akan membentuk dirimu dimasa depan. ‎ ‎Dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti: ‎ ‎Jujur / bohong ‎Taat / maksiat ‎Belajar / bermain ‎ ‎Sampai pilihan-pilihan besar seperti: ‎ ‎Bekerja / bermalas-malasan ‎Berteman dengan yang baik / yang buruk ‎Membangun keluarga / pesta pora ‎ ‎Kawan... ‎Pada akhirnya engkau akan menjadi semakin "dewasa" saat memilih pilihan yang tepat

Lahir Tanpa Privilege

 Lahir Tanpa Privilege   (Muhammad Diya Shahab,Lc) Kawan, memang betul bahwa manusia lahir dengan status sosial dan privilege yang berbeda. Ada yang lahir di keluarga konglomerat dan ada yang terlahir di keluarga rakyat jelata.  Namun, diantara keadilan Allah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk beruntung di akhirat nanti.  Bahkan, Allah memberikan sebuah contoh ekstrim 15 abad lalu dengan lahirnya seorang anak yatim, yang dari saat dalam kandungan telah ditinggal wafat ayahnya dan menjadi piatu di usia 5 tahunya. Nyaris tanpa hak istimewa. Namun, anak ini akan bergelar Al-Amin (si jujur terpercaya) pada masanya. Dan menjadi orang paling berpengaruh di dunia. Bahkan makhluk paling mulia disisi Tuhannya.  Kawan… Jadikan dirimu beruntung di dunia dan akhirat. Kalaupun ternyata duniamu kurang beruntung, jadikanlah akhiratmu bahagia. Sialnya, ada orang yang tak beruntung dunianya juga ia biarkan luput  akhiratnya. 

Antara Bahagia dan Euforia

  ANTARA BAHAGIA DAN EUFORIA  oleh : Sayyid Diya Bin Shahab Lc  Kawan ...  Banyak orang yang mengejar kesenangan instant melalui kemaksiatan. berjudi, freesex, menari di diskotik, mabuk-mabukan, narkotika dan lain sebagainya. Dengan cara ini, kesenangan bisa langsung menyentuh titik puncaknya.  Girang, gembira, gila, euforia.  Namun, kegringan itu terasa ringan. mudah menguap dan hilang. Saat efeknya hilang, lubang dalam jiwa tetap terbuka, mungkin semakin besar menganga. Disisi berbeda ada pula orang yang menjalankan ajaran agama, dan berusaha menikmatinya.  Mereka mencari nafkah halal dalam bekerja, sabar membina rumah tangga, menghadiri majlis dan menjaga sholatnya, merenungi dzikirnya, hidup sesuai aturan agama. Kesenangan yang didapat tidak instant, namun ia lebih berisi, padat, berbobot mengisi lubang hampa dalam jiwa. Dan bertahan dengan ketenangan dalam dada. Kawan...  Taatmu berbuahkan bahagia Maksiatmu berbuahkan euforia Jangan terlena.

LETAKKAN DULU SEBAGIAN BEBANMU

 LETAKKAN DULU SEBAGIAN BEBANMU (Muhhammad Diya Shahab,Lc) Aku melihat seorang bapak yang turun dari kendaraan roda dua dengan tangan penuh barang bawaan. Bapak yang baru menerima gaji ini membeli beberapa barang untuk keluarganya. Familyman pikirku. Disiku kanannya ada dua kantong besar, satu berisi tas jinjing wanita, mungkin itu adalah keinginan istrinya. Satu lagi berisi kotak brownies coklat. Telapak tangan kanannya memegang sekotak besar ayam goreng. mengingat hari yang sudah sore, ayam itulah makan malam mereka. Disiku kiri ada sebuah bungkus Pampers besar ukuran XXL. Ia punya bayi yang gemuk. Masih disiku kiri ada bungus susu bayi. Ditangan kiri ia menggengam tas kerjanya.  Si bapak membawa beberapa mainan plastik dalam pelukannya, masak-masakan berwarna pink dan boneka. Jelas ia punya anak perempuan yang tidak bayi lagi. Dalam keadaannya yang super repot, ia masih bisa membawa setengah kilo telur dengan gigitan. Lalu ia berusaha meraih sekarung beras ukuran 5KG ...

BIASA-BIASA SAJA

 BIASA-BIASA SAJA (Muhammad Diya Shahab,Lc) . Kawan…  Selain prestasi, Dan baktimu pada Allah dan Nabi. Tak perlu disikapi dengan berlebihan. Biasa-biasa saja… Marahmu Bencimu Kesalmu Serapahmu Biasa-biasa saja… Cintamu Sayangmu Pujimu Sanjungmu Biasa-biasa saja… Sedihmu Gundahmu Gulanamu Nelangsamu Biasa-biasa saja… Senangmu Girangmu Ceriamu Euforiamu Biasa-biasa saja… Orangtua dan guru saya Habib Rais Bin Thahir pernah berkata "Apapun musibahmu,selama bukan neraka, tak perlu terlalu bersedih. Bersabar saja. Dan apapun senangmu selama bukan surga, tak perlu terlalu bahagia. Bersyukur saja".