Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

LETAKKAN DULU SEBAGIAN BEBANMU

 LETAKKAN DULU SEBAGIAN BEBANMU (Muhhammad Diya Shahab,Lc) Aku melihat seorang bapak yang turun dari kendaraan roda dua dengan tangan penuh barang bawaan. Bapak yang baru menerima gaji ini membeli beberapa barang untuk keluarganya. Familyman pikirku. Disiku kanannya ada dua kantong besar, satu berisi tas jinjing wanita, mungkin itu adalah keinginan istrinya. Satu lagi berisi kotak brownies coklat. Telapak tangan kanannya memegang sekotak besar ayam goreng. mengingat hari yang sudah sore, ayam itulah makan malam mereka. Disiku kiri ada sebuah bungkus Pampers besar ukuran XXL. Ia punya bayi yang gemuk. Masih disiku kiri ada bungus susu bayi. Ditangan kiri ia menggengam tas kerjanya.  Si bapak membawa beberapa mainan plastik dalam pelukannya, masak-masakan berwarna pink dan boneka. Jelas ia punya anak perempuan yang tidak bayi lagi. Dalam keadaannya yang super repot, ia masih bisa membawa setengah kilo telur dengan gigitan. Lalu ia berusaha meraih sekarung beras ukuran 5KG ...

BIASA-BIASA SAJA

 BIASA-BIASA SAJA (Muhammad Diya Shahab,Lc) . Kawan…  Selain prestasi, Dan baktimu pada Allah dan Nabi. Tak perlu disikapi dengan berlebihan. Biasa-biasa saja… Marahmu Bencimu Kesalmu Serapahmu Biasa-biasa saja… Cintamu Sayangmu Pujimu Sanjungmu Biasa-biasa saja… Sedihmu Gundahmu Gulanamu Nelangsamu Biasa-biasa saja… Senangmu Girangmu Ceriamu Euforiamu Biasa-biasa saja… Orangtua dan guru saya Habib Rais Bin Thahir pernah berkata "Apapun musibahmu,selama bukan neraka, tak perlu terlalu bersedih. Bersabar saja. Dan apapun senangmu selama bukan surga, tak perlu terlalu bahagia. Bersyukur saja".

Bodoh Si Pemaksiat Yang Berbangga

Bodoh Si Pemaksiat Yang Berbangga (Muhammad Diya Shahab,Lc) Seorang Ulama pernah berkata "Lebih baik seorang pemaksiat yang merasa rendah diri dihadapan Allah daripada seorang ahli ibadah yang merasa sombong". Ini adalah kalimat yang sangat baik dan benar saat dibawa untuk menasehati diri sendiri setelah beribadah. Namun, ketika seseorang menggunakannya untuk menilai orang lain. Kalimat ini sudah tidak tepat lagi. Contoh:  Seseorang yang setelah bermaksiat, ada rasa tak nyaman dihatinya saat melihat orang lain taat. Ia berkata "ah, belum tentu mereka ikhlas. Boleh jadi mereka sombong, ibadah mereka munafik, lebih baik diriku yang bermaksiat ketimbang mereka yang ibadah tapi munafik dan sombong". Ah... Kawan... Sial sekali orang ini. Karna saat ini ia telah sombong bahkan dengan maksiatnya.  Dalam hal ini, manusia ada 4 macam.  1. Ahli ibadah yang merasa rendah diri dihadapan tuhan. Mereka yang terbaik. 2. Ahli maksiat yang menyesal dan merasa rendah diri dihadapan t...

SEMUA MEMILIH JALAN PAHALA DAN DOSA

 SEMUA MEMILIH JALAN PAHALA DAN DOSA (Muhammad Diya Shahab,Lc) Ada orang yang menjaga sholatnya tapi sulit bersedekah. Disisi lain, ada orang yang sombong namun sangat berbakti pada orangtuanya. Ada orang yang meninggalkan puasa tapi sangat dicintai anak yatim karena banyak menyantuni. Disisi lain, ada orang yang hebat menutup aurat tapi culas lisannya. Kawan… tentu saja maksiat tidak pernah dibenarkan. Namun, semua dari kita selalu taat dalam satu hal dan bermaksiat pada hal lain. orang lainpun bermaksiat dalam satu hal dan taat dalam hal lain. Kita tak pernah tau, maka jangan terlalu menghakimi. Jangan merendahkan orang lain karna anda melihatnya bermaksiat. Jangan meremehkan orang lain karna anda merasa lebih taat. Sial sekali orang yang merendahkan orang lain karna merasa lebih piawai dalam maksiat.

Dekat Itu Adalah Hijab

Alqurbu Hijab / kedekatan itu bisa menjadi hijab seseorang. (Muhammad Diya Shahab,Lc) Dalam kehidupan ada satu kebiasaan di mana posisi yang lebih dekat itu menjadikan seseorang mencapai lebih mudah dan mendapatkan lebih banyak. sebaliknya, posisi yang jauh menjadikan seseorang menggapai lebih sulit. kalaupun ia  dapat pastilah sedikit. namun di dalam hubungan murid dan guru (spiritual) Hukum yang berlaku tidak selalu begitu. bahkan seringkali berlaku hukum kebalikan di mana orang yang lebih dekat mendapatkan lebih sedikit dan orang yang lebih jauh mendapatkan lebih banyak. inilah yang sering disebutkan oleh para ulama sebagai Alqurbu Hijab. kedekatan seringkali menjadi Tabir penghalang murid dengan gurunya Ada empat macam murid tentang kedekatan kepada guru Pertama murid yang jauh fisik jauh hati kedua murid yang jauh fisik dekat hati ketiga murid yang dekat fisik dekat hati keempat murid yang dekat fisik jauh hati Jauh fisik dan jauh hati adalah mereka yang jarang bertemu gu...