Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Mama

  (Foto dari sebelah kiri : Saya, Mama, Alwi, Ali)  Hari jumat. 22 oktober 19 tahun lalu saya kehilangan beliau. Seorang wanita terhebat yang pernah saya lihat dengan mata kepala. Sebuah wujud dari kasihsayang, cinta, kesabaran, pengorbanan dan keceriaan. Buku Ratib fotocopy an yang selalu dipegangnya setiap bada magrib.  Mesin jahit tua dari besi berwarna hitam.  Mukena putih dan sajadah merahnya.  Alat alat masak di dapur. Ya itulah beberapa hal tentang mama. 22 oktober 2004 adalah tanggal yang sangat berarti bagi saya karna saat itu segala kejadian berhenti dan menjadi kenangan. Semua keadaan menjadi memori. Semua gambaran hidup berubah menjadi selembar foto kaku dan mati yang dibingkai dengan frame suram dalam hati.  Pulang sekolah.  Melempar sepatu disembarang tempat dan akan menuai omelan.  Tidak melepas baju seragam yang akan menuai teguran.  Nasi panas diatas meja.  Makanan yang baru matang.  Suaranya yang menggerutu karna k...

Hari santri

  Hari Santri Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab, Lc.  Dengan hembusan nafas resolusi jihad.  22 oktober mengingatkan kita tentang perjuangan para santri dan ulama. Tentang pekikan kalimat takbir mereka, cucuran peluh, tetesan darah dan pengorbanan nyawa. 22 oktober mengingatkan kita tentang betapa kepedulian agama islam tuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan negri ini. 22 oktober mengingatkan kita bahwa para muslimin religius adalah orang orang yang akan tampil paling depan dan membela jika ada hal yang mengancam kedaulatan negri ini. 22 oktober mengingatkan kita tentang para pelajar yang disiang hari mengkaji kitab kuning dan dimalam hari menggenggam bambu runcing tuk mengusir penjajah. 22 oktober kita peringati agar kita sadar bahwa para pejuang telah berkorban menahan beban dalam menjaga kemerdekaan.mereka telah melakukan porsi jihadnya dan beban jihad kita adalah dalam menuntut ilmu, mengamalkan, mengajarkanya dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan demi membentuk gene...

ATURAN

  Aturan Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab, Lc.  Tentang aturan dalam hubungan sesama manusia. Kebebasan seseorang itu terbatas dengan hak hak orang lain. Anda bebas saja berteriak sekuat tenaga dan suara, selama anda lakukan itu ditempat kedap suara dan tidak mengganggu orang lain.  Namun jika hal yang sama anda lakukan di rumah sakit, akan banyak telinga yang terganggu dan anda bersalah. Anda bebas saja mengambil buah apapun yang anda mau didalam hutan belantara, selama tak merugikan hak orang lain. Namun jika hal yang sama anda lakukan pada kepemilikan orang lain, anda bersalah. Anda boleh saja memakai knalpot bersuara bising dan menarik gas sekuat kuatnya selama anda lakukan itu ditempat khusus balapan.  Namun jika anda lakukan itu ditengah pemukiman, akan ada orang tua yang terbangun kaget dan bayi yang tersentak menangis karna suara bising kendaraan anda. Dan saat itu anda bersalah. Kawan Bukankah kekasih kita Nabi Muhammad SAW pernah berkata bahwa ciri seorang mus...

Syariat itu dzohir dan hakikat itu batin

  Syariat itu dzohir dan hakikat itu batin.  Oleh : Sayyid Muhammad Diya Bin Shahab, Lc Bicaralah sesuatu yang dapat dinilai kebenarannya atau kesalahanya melalui refrensi yang diakui. Karena jika tak begitu anda tak berhak menyalahkan orang yang tak mempercayai ucapan anda. Seseorang berbicara bahwa ia melihat sosok hantu berpakaian putih berlumur darah disebuah pojok ruangan. Ketika pendengar meminta bukti (entah bayangan, aroma atau hal hal tak wajar) si paranormal tak mampu membuktikanya. Jangan salahkan para pendengar tak percaya. Begitupun soal agama islam. Refrensi terbesar adalah Aquran dan Hadits juga pendapat para ulama yang memiliki integritas dalam bidangnya.  Ketika seseorang berbicara soalan hakikat atau makrifat dalam agama namun tak mampu menunjukkan pada refrensi mana hal itu dijelaskan maka ia tak boleh menganggap bodoh orang yang tak mempercayainya. Disisi lain seorang menggembar gemborkan aliran sufisme sambil duduk berkeliling mendendangkan pujian puj...

YAA ROBB... DUHAI ALLAHKU

"yaa Robb" Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab, Lc.  Dalam perjalanan hidup tak ada masalah yang tak berujung dan tak ada kebahagiaan yang kekal. Keduanya silih berganti mengisi hidup. Sampai kita memasuki kebahagiaan abadi atau nelangsa yang hakiki. Ya surga atau neraka. Sebelum kepastian mati datang, setiap orang akan menemukan problem, kesulitan, masalah. Terkadang itu besar dan terkadang itu kecil. Terkadang cepat berlalu dan terkadang berlarut larut. Terkadang ada senyuman dan terkadang ada air mata.  Terkadang kau disiksa kesepian dan terkadang kau menikmati kebersamaan. Terkadang kau di tinggalkan dan terkadang ada yang setia menemani. Terkadang api lilin itu memberi cahaya tapi terkadang ia padam.  Kawan…  Disaat cobaan datang bertubi-tubi Disaat penatmu menguasai Disaat letih jenuhmu tak terperi Angkatlah tanganmu... Katakan "yaa Robb" "Duhai Allahku" Kawan... Dalam setiap keadaan ada yang memperhatikan.  Dalam setiap kesulitan ada yang menanti tuk memb...

ISLAM ITU SEMPURNA DAN PARIPURNA

  Islam itu sempurna dan paripurna Oleh : Sayyid Diya Bin Shahab, Lc Kalau semua menjalankan porsinya sesuai rel Islam maka kehidupan akan berjalan sempurna baik dan nyaman dengan segala asam garamnya dan lika likunya. Namun seringkali kita terbiasa dengan prilaku kurang tepat sehingga hal yang seharusnya tepat dan benar malah terlihat aneh di kacamata kita. Semisal, islam mengajak lelaki menjaga pandangan dan memerintahkan wanita membantu lelaki dengan menyempurnakan penutup auratnya. Namun terkadang ada wanita yang terbiasa mengumbar auratnya dengan logika logika salah ketika berhadapan dengan lelaki yang ingin berusaha menjaga pandangan dengan mengalihkan matanya. Si wanita berkata "ah munafik. Lebay banget". Padahal dalam hal ini si lelaki dalam posisi benar dan si wanita yang salah. Namun karna perintah dan pemahaman agama tak dijalankan dengan keseluruhan makan yang benar akan terlihat salah. Dalam islam kita diperintahkan menjaga tangan dari sesuatu yang bukan milik ki...