(Foto dari sebelah kiri : Saya, Mama, Alwi, Ali) Hari jumat. 22 oktober 19 tahun lalu saya kehilangan beliau. Seorang wanita terhebat yang pernah saya lihat dengan mata kepala. Sebuah wujud dari kasihsayang, cinta, kesabaran, pengorbanan dan keceriaan. Buku Ratib fotocopy an yang selalu dipegangnya setiap bada magrib. Mesin jahit tua dari besi berwarna hitam. Mukena putih dan sajadah merahnya. Alat alat masak di dapur. Ya itulah beberapa hal tentang mama. 22 oktober 2004 adalah tanggal yang sangat berarti bagi saya karna saat itu segala kejadian berhenti dan menjadi kenangan. Semua keadaan menjadi memori. Semua gambaran hidup berubah menjadi selembar foto kaku dan mati yang dibingkai dengan frame suram dalam hati. Pulang sekolah. Melempar sepatu disembarang tempat dan akan menuai omelan. Tidak melepas baju seragam yang akan menuai teguran. Nasi panas diatas meja. Makanan yang baru matang. Suaranya yang menggerutu karna k...
Blog ini berisi tulisan-tulisan singkat oleh Habib Diya Bin Shahab,Lc. - (Bila masa telah berlalu dan aku telah mati. Inilah jejak penaku dan kenanglah aku)